PEMERINTAH DESA KEBAMAN LAKUKAN JEMPUT BOLA PENDAFTARAN IKD SUSURI POSYANDU, PENGAJIAN HINGGA BALAI DUSUN
KEBAMAN, SRONO – Dalam upaya mendukung program digitalisasi administrasi kependudukan, Pemerintah Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi gencar melaksanakan program Jemput Bola Pendaftaran Identitas Kependudukan Digital (IKD) kepada masyarakat.
Berbeda dari biasanya yang menunggu di Balai Desa, kali ini petugas Pemdes Kebaman bersama operator Desa melakukan strategi jemput bola dengan menyusuri langsung kegiatan-kegiatan masyarakat di wilayah Desa Kebaman.
Adapun sasaran kegiatan jemput bola meliputi:
1. Kegiatan Posyandu Balita dan Lansia di Dusun Kebaman dan Dusun Blangkon.
Petugas memanfaatkan momen ibu-ibu berkumpul untuk melakukan sosialisasi dan aktivasi IKD. Antusiasme ibu-ibu posyandu cukup tinggi.
2. Kegiatan Pengajian Rutin Ibu-Ibu Muslimat dan Jamaah Bapak-bapak.
Setelah pengajian selesai, petugas langsung membuka layanan aktivasi IKD di lokasi. Cara ini dinilai efektif karena warga sudah berkumpul.
3. Pengumpulan Masyarakat di Balai Dusun.
Pemdes Kebaman juga mengundang warga per dusun untuk berkumpul di Balai Dusun guna mendapatkan sosialisasi dan aktivasi IKD secara massal.
Kepala Desa Kebaman menjelaskan, program IKD merupakan program nasional dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri sebagai transformasi KTP fisik menjadi KTP Digital yang ada di handphone."IKD ini sangat penting dan banyak manfaatnya. Warga tidak perlu lagi takut KTP hilang atau lupa membawa KTP fisik, karena semua data sudah ada di HP. Untuk pelayanan publik juga lebih cepat. Maka kami jemput bola agar warga Kebaman tidak perlu jauh-jauh ke Dispendukcapil," jelas Kepala Desa Kebaman. Ia menambahkan, syarat aktivasi IKD sangat mudah, warga hanya perlu membawa Handphone Android dengan koneksi internet dan KTP-el fisik.
Sementara itu, operator IKD Desa Kebaman menyebutkan bahwa hingga hari ini sudah lebih dari 2000 warga yang berhasil diaktivasi IKD-nya melalui program jemput bola ini.
"Kendala di lapangan masih banyak warga yang belum paham apa itu IKD dan mengira harus bayar. Padahal gratis. Juga ada yang HP-nya tidak mendukung atau memori penuh. Tapi kami terus edukasi dengan sabar," ungkap operator desa.
Pemerintah Desa Kebaman menargetkan 70% warga pemilik KTP-el di Desa Kebaman sudah teraktivasi IKD pada akhir tahun 2026.
Kegiatan jemput bola ini akan terus dilaksanakan secara rutin hingga seluruh dusun tuntas.Pemdes Kebaman mengimbau kepada seluruh warga Desa Kebaman yang belum melakukan aktivasi IKD untuk segera menghubungi Ketua RT/RW atau datang ke kegiatan posyandu dan pengajian terdekat.