PENELITIAN MAHASISWA KYOTO UNIVERSITY JEPANG TENTANG PARADE BUDAYA DESA KEBAMAN, KEC. SRONO
KEBAMAN, SRONO — Pendopo Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi mendadak hangat oleh diskusi lintas budaya pada Jumat (28/8/2026). Hitomi dari Kyoto University, Jepang, resmi diterima oleh pihak pemerintah desa guna menindaklanjuti penelitian ilmiah terkait gelaran Parade Budaya Nusantara Desa Kebaman yang telah sukses diselenggarakan pada Sabtu (22/8/2026) lalu.
Penelitian lapangan ini dipicu oleh fenomena menarik pada parade pekan lalu, di mana acara desa tersebut dihadiri dan dimeriahkan oleh rombongan tamu dari komunitas spiritual internasional Sri Jagannath Ratha Yatra. Kehadiran komunitas tersebut menghadirkan ruang akulturasi unik di tengah tradisi lokal Banyuwangi.
Dalam pertemuan yang berlangsung di pendopo desa, mahasiswa Universitas Kyoto jepang wawancara mendalam serta penggalian data bersama kepala desa beserta perangkat .
Beberapa poin utama yang menjadi fokus kajian akademis ini yaitu Mengkaji bagaimana warga lokal Desa Kebaman merespons dan menyambut interaksi budaya dari komunitas Sri Jagannath Ratha Yatra, Meneliti peran pemerintah desa dalam mengelola event kemasyarakatan yang mampu merangkul elemen lokal hingga internasional,dan Mengumpulkan catatan lapangan dan data historis atas dampak sosial-budaya parade 22 Agustus terhadap identitas gotong royong warga Kebaman.
Sambutan Pemerintah Desa
Kepala Desa Kebaman menyampaikan apresiasi tinggi atas kedatangan mahasiswa dari Kyoto tersebut. Menurutnya, perhatian dari institusi akademis mancanegara ini membuktikan bahwa potensi tradisi desa memiliki nilai daya tarik ilmiah yang luas.
"Kedatangan mahasiswa dari Jepang ke pendopo hari ini menjadi kebanggaan tersendiri. Fenomena hadirnya komunitas Sri Jagannath pada parade Sabtu kemarin menunjukkan bahwa Desa Kebaman adalah ruang yang terbuka, ramah, dan kaya akan nilai toleransi," ungkapnya.