Peduli Adminduk, Pemdes Kebaman dan Disdukcapil Banyuwangi Jemput Bola Perekaman KTP untuk ODGJ
Kebaman – Pemerintah Desa Kebaman, Kecamatan Srono, terus berkomitmen memberikan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Kali ini, aksi nyata dilakukan melalui layanan "Jemput Bola" perekaman KTP-el yang menyasar warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) di lingkungan Dusun Kebaman, tepatnya di wilayah RT 02 RW 04, Desa Kebaman.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu,18 Februari 2026 ini melibatkan tim teknis dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banyuwangi dengan didampingi oleh perangkat desa serta kader kesehatan setempat. Langkah ini diambil mengingat keterbatasan mobilitas dan kondisi psikis warga ODGJ yang tidak memungkinkan untuk datang langsung ke kantor kecamatan maupun dinas terkait.
Kepala Desa Kebaman [Alif Burhanudin,Spd] menyampaikan bahwa perekaman identitas ini sangat krusial bagi warga ODGJ. Tanpa KTP-el, mereka akan kesulitan mengakses berbagai layanan dasar pemerintah, terutama bantuan sosial dan jaminan kesehatan nasional seperti BPJS/KIS yang sangat dibutuhkan untuk proses pengobatan rutin. "Kami ingin memastikan setiap warga, tanpa terkecuali, memiliki identitas resmi. Dengan adanya KTP, warga ODGJ di RT 02 RW 04 ini nantinya bisa mendapatkan intervensi layanan kesehatan dan sosial yang lebih maksimal dari pemerintah," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas mendatangi langsung kediaman warga yang bersangkutan. Proses perekaman data biometric meliputi pengambilan foto, sidik jari, dan iris mata dilakukan dengan pendekatan persuasif dan sabar agar warga yang bersangkutan merasa nyaman selama proses berlangsung. Kegiatan jemput bola ini merupakan bagian dari program percepatan adminduk yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk menjangkau kelompok rentan, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan warga yang sedang sakit. Pemdes Kebaman mengimbau kepada ketua RT dan RW lainnya agar segera melaporkan jika masih terdapat warga di lingkungannya yang belum memiliki identitas resmi karena kendala fisik maupun mental.