Pastikan Akurasi Data Sampah, Tim Pendata Banyuwangi Hijau Desa Kebaman Gelar Monev di Pendopo Desa Kebaman
Kebaman- Keberhasilan pengelolaan sampah yang terukur dimulai dari data yang valid. Bertempat di Pendopo Balai Desa Kebaman, Kecamatan Srono, tim pelaksana program Banyuwangi Hijau Desa Kebaman menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pada hari Kamis 5 February 2026.
Kegiatan ini difokuskan untuk meninjau hasil pendataan lapangan terkait profil timbulan sampah rumah tangga dan tingkat kepatuhan warga dalam melakukan pemilahan sampah di wilayah Desa Kebaman. Monev kali ini menyoroti beberapa aspek teknis yang menjadi tanggung jawab tim pendata, di antaranya Sinkronisasi data hasil input lapangan dengan sistem manajemen informasi Banyuwangi Hijau,Mengevaluasi tantangan yang dihadapi petugas saat melakukan edukasi dan pendataan langsung ke rumah warga,Memastikan seluruh dusun di Desa Kebaman telah terdata dengan akurat untuk menentukan rute pengangkutan sampah yang efisien.
Ketua Tim Pendata Desa Kebaman menyampaikan bahwa data yang dikumpulkan bukan sekadar angka, melainkan dasar untuk menentukan kebutuhan logistik, seperti jumlah armada pengangkut dan kapasitas tong sampah yang dibutuhkan warga. "Akurasi data dari teman-teman pendata sangat penting. Jika datanya tepat, maka skema penjemputan sampah dan pengelolaan di TPS3R akan jauh lebih optimal dan minim kendala," ungkapnya dalam forum tersebut.
Dalam sesi Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang berlangsung di Pendopo Balai Desa Bapak Kepala Desa Kebaman [Alif Burhanudin], memberikan perhatian khusus pada tantangan lapangan berupa resistensi sebagian warga terhadap program Banyuwangi Hijau. Beliau memaparkan beberapa langkah strategis dan persuasif untuk mengatasi masalah tersebut Bapak Alif Burhanudin menekankan bahwa warga yang belum mau ikut biasanya karena belum memahami manfaat jangka panjang atau merasa keberatan dengan sistem pemilahan dengan cara Menginstruksikan Tim Pendata dan RT/RW untuk melakukan pendekatan personal, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar buang sampah, tapi investasi kesehatan lingkungan agar desa tidak kumuh dan dari Tokoh Masyarakat Beliau meminta para tokoh masyarakat dan perangkat desa untuk menjadi contoh pertama yang menerapkan pemilahan sampah di rumah masing-masing. "Masyarakat akan lebih mudah bergerak jika melihat bukti nyata dari pimpinannya. Kita tunjukkan dulu bahwa memilah sampah itu mudah dan manfaatnya langsung terasa," tegas Bapak Alif.
"Program Banyuwangi Hijau ini adalah milik kita bersama. Saya mengajak warga yang belum bergabung untuk melihat ini sebagai tanggung jawab kita kepada anak cucu. Desa Kebaman harus jadi pelopor, bukan penonton dalam pelestarian lingkungan." Ujar Bapak Kepala Desa [Alif Burhanudin,Spd]